Pembahasan ini termasuk sejelas-jelasnya pembahsan. Karena tidak ada seorang pun manusia yang pura-pura tidak mengenal Ahlul Bait kecuali mereka para penentang yang tidak menemukan jalan keluar dari dalil-dalil yang pasti tentang wajibnya mengikuti mereka, lalu mereka pun berlindung kepada keragu-raguan tentang siapa yang dimaksud dengan Ahlul Bait itu. Inilah yang dapat saya saksikan dari berbagai diskusi yang saya lakukan dengan teman-teman. Ketika salah seorang mereka tidak menemukan jalan untuk menghindar dari keharusan mengikuti Ahlul Bait, dengan serta-merta dia melontarkan berbagai pertanyaan yang meragukan,
Siapa Ahlul Bait itu?
Bukankah istri-istri Rasulullah saw termasuk Ahlul Baitnya?! Bukankah Rasulullah saw telah bersabda, "Salman dari kalangan kami Ahlul Bait"?!
Bahkan, bukankah Abu Jahal juga termasuk keluarga Rasulullah saw?!
Tidak ada yang mereka inginkan dari seluruh pertanyaan ini kecuali keinginan untuk mengingkari kenyataan hadis Tsaqalain, yang merupakan salah satu hadis yang menunjukkan kepada keimamahan Ahlul Bait, mereka menduga bahwa dengan pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan ini, mereka dapat membungkam akalnya dan membungkam seruan nuraninya. Namun, kenyataan tidak sesuai dengan perkiraan mereka, dan hujjah tetap tegak berdiri meskipun dia mengingkari atau pun tidak mengingkari.
Saya pernah mengatakan kepada sebagian mereka manakala mereka melontarkan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, "Kenapa Anda menginginkan segala sesuatunya tersedia dengan tanpa susah-payah?! Sesungguhnya pikiran-pikiran yang sudah dikemas tidak memberikan faidah. Saya mampu memberikan jawaban, namun Anda pun mampu menolak dan mengingkari jawaban saya, karena Anda tidak merasakan pahitnya melakukan pembahasan dan tidak menanggung kesulitan untuk bisa memberikan jawaban. Apakah hanya saya yang diwajibkan untuk menjawab? Apakah Rasulullah saw telah memerintahkan kepada saya secara khusus untuk berpegang teguh kepada Ahlul Bait?! Tidak, kita semua diwajibkan untuk menjawab pertanyaan ini. Karena telah tegak hujjah atas kita akan wajibnya mengikuti Ahlul Bait dan mengambil agama dari mereka, sehingga kita wajib mengenal mereka dan untuk kemudian mengikuti mereka."
Pada kesempatan ini pun saya tidak akan memperluas argumentasi dan dalil, melainkan saya cukup mengemukakan beberapa petunjuk yang jelas, dan bagi siapa yang menginginkan keterangan yang lebih maka dia sendiri yang harus memperdalamnya.
Siapa Ahlul Bait Itu?
Faedah Ayat Satu
Fadhilah Dzikir
Allah SWT Berfirman Dalam surat Al – ahzab 41- 42 yang Artinya : "Wahai Orang-oran gyang beriman sebut-sebutlah nama Allah SWT sebanyak-banyaknya. Sucikanlah nama tuhannya pagi maupun sore hari“
Dalam Ayat lain Q.S Al – Anfal 45 yang artinya : "Maka sebutlah nama Allah SWT sebanyak – banyaknya demikian itu akan melembutkan dirimu."
Q.S Al – Imran 141 yang artinya : " Dan mrk ygmenyebut² namaAllah dalam keadaan berdiri dan duduk mengharap ampunan dari Allah SWT."
Bersabda nabi Muhammad SAW yang diwahyukan dari Abu Darda, berkata Rasullah SAW:" Maka Ketahuilah amalan yang paling terbaik dari amal kalian & mengangkat derajat kalian setelah kalian mendirikan solat, berzakat, berpuasa dan berhaji ada yang lebih dari pada itu.“
Berkata Sahabat :"Apa itu ya Rasululla SAW?" Maka Rasulullah SAW bersabda :
"Ingat kepada Allah dalam keadaan terang-terangan maupun tersembunyi".
Dari Abu Daut Al-Khudri bertanya kepada Rasulullah SAW : "Apakah amalan yang lebih utama nanti di hari kiamat?"
Bersabda Rasulullah SAW : "memperbanyak menyebut-nyebut nama Allah SWT".
Bertanya lagi Sahabat: "Bagai mana dengan jihad fi sabilillah ya Rasulullah…?".
Bersabda Rasulullah SAW : "Walaupun mereka memukulkan pedangnya sehingga keluar darah kepada musuhnya lebih afdol berzikir kepada Allah SWT atas nya dan di angkat derajatnya oleh Allah SWT".
Diriwayatkan dari Turmidzi dari Abdullah bin Umar radiallahuanhuma, sesunguhnya Rasulullah SAW telah bersabda : "Tidaklah seseorang menyebut di muka bumi Allah SWT ini subahanallah walhamdulillah wa lailahailallah wallahuakbar, tanpa kecuali terleburlah semua kesalahanya walaupun dosanya seluas lautan". (riwayat Hakim shohih).
Menyebut-nyebut nama Allah SWT dan memperbanyak menyebut nama-Nya di dalam membaca Al-Qur'an maupun asmaul husna menjadikan orang tersebut dari kerugian di hari kiamat sebagai mana yang diriwayatkan dari Baihaqi dari Aisah radiallahanha bersabda Rasulullah SAW: "Tidak lah semua anak cucu adam dalam keadaan rugi di hari kiamat kecuali orang yang mengingat-gingat Allah SWT di dalam dunia".
Ketahuilah hati itu bagaikan batu cincin maka gosoklah iya dengan berzikir ke pada Alah SWT sehingga iya mengeluarkan cahaya/kilauan, maka orang yang meninggalkan zikir dia akan mendapatkan dua kegelapan hati:
1. Kegelapan gugurnya dosa
2. Kerasnya hati
Tidaklah keduanya akan sirna kecuali dengan berzikir kepada Allah SWT.
Ayat Allah SWT di dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Haj 46 yang artinya : “Sesunguhnya mata-mata mereka tidak buta akan tetapi mata-mata mereka melihat”, apa yang menyebabkan mereka buta mengingat Allah SWT, yang menyebabkan mereka buta adalah mata hati mereka yang ada di dalam dada mereka dalam mengingat Allah SWT”.
Kesimpulan :
Ayat Al-Qur’an & Hadits Rasulullah SAW di atas trelah cukup agar kita sebagai hamba Allah SWT tidak lalai untuk mengingat apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita sekalian sebagai hamba-hambanya.
Berzikir berarti salah satu cara bersyukur atas apa yangtelah diberikan Allah SWT kepada hamba-nya.
Mengingat Allah SWT adalah salah satu tanda terimakasih kita kepada-NYa, sesunguhnya kita tidak bias menghitung nikmat-nikmat yang telah di berikannya yang terasa maupun yang tak terasa , yang terlihat maupun yang tak terlihat, yang terdengar maupun yang tak terdengar, begitu banyak nikmat yang telah di berikan Allah SWT kepada hambanya yang di jadikan di muka bumi ini seperti para Nabi, Sahabat, Sholihin mereka dijadikan oleh Allah SWT sebagai kekasihnya dikarenakan mereka banyak mengingat-ingat nama-Nya dan mensiarkan agama-Nya.
Maka ajarkan hati kita , dirikita, keluarga kita, anak kita, sahabat kita, dan seluruh manusia untuk mengingat Allah SWT (Berzikir)
Dipetik dari:- Darulmuthofa
Doa Nishfu Sya'ban

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Ya Allah, yang memiliki anugerah dan tidak dianugerahi,
wahai yang memiliki kebesaran dan kemuliaan,
yang memiliki karunia dan kenikmatan,
tiada Tuhan melainkan Engkau,
Engkau tempat berlindung,
tempat memohon pertolongan,
dan tempat aman bagi orang yang ketakutan,
Ya Allah, jika telah Engkau tuliskan nasibku dalam Ummul kitab
sebagai orang yang sengsara,
atau orang yang diharamkan mendapat kenikmatan,
atau orang yang ditolak,
atau orang yang disempitkan rezekinya,
maka demi kemurahan-Mu,
hapuskanlah ya Allah, kesengsaraanku,
keterhalanganku dari nikmat,
ketertolakkanku, dan kesempitan rezekiku,
kemudian tetapkanlah aku
di dalam Ummul Kitab yang ada di sisi-Mu
sebagai orang yang bahagia, mendapat rezeki cukup,
memperoleh taufiq untuk melakukan segala kebaikan,
Sesungguhnya Engkau telah berfirman,
dan firman-Mu lah yang benar,
di dalam kitab-Mu yang diturunkan
kepada nabi-Mu yang diutus, yaitu:
"Allah (berkuasa utk) menghapus dan menetapkan
yang dikehendaki-Nya, dan di sisi-Nya Ummul kitab"
Ya Allah, dengan tajallimu yang Maha agung
pada malam Nishfu Sya'ban yang mulia ini,
yang di dalamnya dipisahkan dan
dikukuhkan semua persoalan penting,
aku mohon agar dihindarkan dari malapetaka yang aku ketahui,
atau yang tidak aku ketahui,
atau yang lebih Engkau ketahui,
sesungguhnya Engkau Maha Luhur dan Mulia.
Semoga sholawat dan salam dilimpahkan
kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya,
dan segenap puji bagi-Mu ya Allah, Pemelihara sekalian alam.
Cara Melaksanakan Doa Nishfu Sya'ban
Cara melaksanakan ibadah di malam Nishfu Sya'ban ini berbeda-beda. Di bawah ini adalah cara yang dilakukan di Mesjid Riyadh, atau cara yang diajarkan oleh Habib Abubakar Alatas, syeikhnya Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Muallif Simtud Duror.
Salatlah Maghrib berjama'ah, dan selesaikan semua doa dan wirid, kemudian salatlah sunah ba'diah Maghrib
Berikut adalah rangkaian ibadah nishfu sya'ban:
PERTAMA
- salatlah sunah awwabin 2 rakaat
niatnya: ushollii rok-ataini min sunnatil awwaabiin
lillaahi ta'aalaa
bacalah surat al-ikhlash 6x setelah fatihah
pada rokaat pertama dan kedua
- setelah salam, bacalah fatihah dan yaa siin dengan
niat agar dipanjangkan umur dalam ketaatan kepada
Allah
al-faatihah wa yaa siin biniyyati thuulil 'umr ma-'at
taufiiq li thoo-'atillaah
KEDUA
- salatlah sunah awwabin 2 rakaat
niatnya: ushollii rok-ataini min sunnatil awwaabiin
illaahi ta'aalaa
bacalah surat al-ikhlash 6x setelah fatihah
pada rokaat pertama dan kedua
- setelah salam bacalah fatihah dan yaa siin dengan
niat agar diselamatkan dari segala mara bahaya
al-faatihah wa yaa siin biniyyatil hifzh wal 'ishmati
minal aafaat wal 'aahaat
KETIGA
- salatlah sunah awwabin 2 rakaat
niatnya: ushollii rok-ataini min sunnatil awwaabiin
lillaahi ta'aalaa
bacalah surat al-ikhlash 6x setelah fatihah
pada rokaat pertama dan kedua
- setelah salam, bacalah fatihah dan yaa siin dengan
niat agar dapat berdikari tanpa membutuhkan
bantuan dari sesama makhluk Allah dan agar
meninggal dalam husnul khotimah
al-faatihah wa yaa siin biniyyatil istighnaa`
'anin naas wa husnul khootimah.
(Akhir dari ibadah ini akan bersamaan dengan masuknya waktu Isya).
Sholat ini hendaknya dilakukan secara berjamaah dengan istri, anak, pembantu, tetangga, di mesjid dll. Pada salat awwabin imam hanya membaca jahr (dengan suara keras) surat al-faatihah saja
Amalan Malam Nishfu Sya'ban
Disini kita akan menemukan berbagai bentuk amalan kaum sholihin yang dilakukan oleh umat Islam secara luas. Insya Allah, secara bertahap, akan kami muat sebanyak mungkin amalan-amalan penuh berkah yang dicontohkan oleh kaum sholihin tersebut.
Nishfu Sya'ban
- Malam Nishfu Sya'ban dan Keutamaannya
- Doa yang Dibaca Berikut Artinya
- Cara Melaksanakan Doa Nishfu Sya'ban
Malam Nishfu Sya'ban dan Keutamaannya
Bulan Sya'ban adalah bulan yang diapit oleh dua bulan yang sangat mulia, yaitu Rajab dan Ramadhan. Bulan Rajab merupakan salah satu dari 4 bulan haram: bulan-bulan yang dihormati. Allah berfirman agar kita tidak menganiaya diri kita dengan berbuat maksiat di bulan-bulan haram, sebab melakukan maksiat di bulan haram lebih berat tanggung jawabnya kelak di akhirat.
Adapun keutamaan bulan Ramadhan sangat banyak,
di antaranya: ibadah wajib di bulan itu seperti 70 ibadah wajib di bulan lain, amalan sunah dibulan itu senilai amalan wajib di bulan lain, pada bulan itu Quran diturunkan, dan terdapat malam yang lebih mulia dari seribu bulan, dll. Keutamaan yang banyak dari kedua bulan ini seakan menenggelamkan kelebihan bulan Sya'ban. Padahal, bulan Sya'ban juga memiliki keutamaan:
Diriwayatkan kepadaku bahwa Usamah bin Zaid berkata kepada Nabi, "Ya Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa di bulan lain lebih banyak dari puasamu di bulan Sya'ban." Kata Nabi, "Bulan itu sering dilupakan orang karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa."
(HR Ahmad dan Nasai - dlm. Figh Sunah Abu Dawud).
Adapun keutamaan bulan Sya'ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:
HADIS PERTAMA
Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam ia kehilangan Rasulullah SAW. Ia lalu mencari dan akhirnya menemukan beliau di Baqi' sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata:
"Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya'ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb." (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
HADIS KEDUA
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy'ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah pada malam nishfu Sya'ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan." (HR Ibnu Majah)
HADIS KETIGA
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Jika malam nishfu Sya'ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala', lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x),
demikian seterusnya hingga terbitnya fajar."
(HR Ibnu Majah).
Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya'ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak- banyaknya kepada Allah.
