Ada seorang wanita tua Yahudi yang amat memusuhi Rasulullah. Perempuan tersebut selalu meletakkan duri dan kotoran di jalan yang sehari-hari dilewati Rasulullah. Rasulullah hanya mendiamkan saja. Jika beliau melihat duri tersebut, beliau hanya menyingkirkannya ke pinggir agar tidak terinjak orang lain. Kejadian tersebut berlangsung cukup lama.
Pada suatu hari Rasulullah tak melihat penghalang di jalan yang dilaluinya. Beliau segera bertanya pada orang-orang di sekitar tempat itu, “Wahai Saudarasaudara, di manakah wanita yang biasa meletakkan duri di sini?” Orang-orang menjawab, “Dia sedang sakit wahai Rasulullah. Dia terbaring di rumahnya, tak bisa bangun karena sakitnya.” Rasulullah pun berkata, “Kasihan sekali, tentu dia sangat sedih. Mari kita jenguk dia.”
Rasulullah beserta beberapa Sahabat segera menuju rumah wanita itu. Jalannya ditunjukkan oleh para tetangga wanita tersebut. Sebelum ke sana Rasulullah terlebih dahulu membelikan makanan yang manis-manis sebagai buah tangan bagi wanita tersebut. Sampai di sana mereka mohon ijin pada penghuni rumah untuk masuk. Melihat siapa yang datang wanita itu sungguh terkejut dan merasa malu. Rasulullah memberikan buah tangan yang dibawanya dan menanyakan sakit wanita tersebut. Wanita itu menceritakan sakitnya.
Setelah berbicara dengan wanita itu, Rasulullah segera mengangkat tangannya, berdoa bagi kesembuhan wanita tersebut. ALLAH Yang Maha Pemelihara tak akan menyia-nyiakan doa kekasihNya. Kontan wanita tersebut menjadi sehat dan dapat duduk. Sambil terisak-isak karena terharu wanita itu berkata: “Aku sungguh tak menyangka bahwa engkau begitu memperhatikan keadaanku. Padahal aku begitu memusuhimu dan terus berusaha mencelakakanmu. Mulai saat ini aku masuk Islam.
Begitulah keagungan dan kemuliaan akhlak Rosulullah SAW yang mesti kita teladani. Sangat jauh sekali dengan akhlak pemimpin-pemimpin dunia saat ini.